• DPD DKI
  • DPD JAWA BARAT
  • DPD BANTEN
  • DPDK KEP. NIAS
  • DPD SUMUT
  • DPD SUMSEL
  • DPD SUMBAR
  • DPD RIAU
  • DPD KEPULAUAN RIAU
  • DPD JAMBI
  • DPD NAD
  • DPD JATIM
  • DPD JATENG
  • DPD SUMSEL
  • DPD SULSEL

KILAS BALIK BERDIRINYA HIMNI

Drs. Firman Harefa, S.Pd, M.Si
(Salah Seorang Pendiri dan Ketua Umum Pertama DPP HIMNI*)

Panel Diskusi dan Konsolidasi Pemuda HIMNI
Jakarta, 20 Oktober 2012

Salah satu judul pidato Bung Karno yang terkenal adalah “Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah” (Jasmerah). Melalui Pidato tersebut kita dapat memahami bahwa sejarah memiliki peranan yang sangat penting dalam memahami realitas kekinian dan menatap masa depan yang lebih baik. HIMNI sebagai sebuah organisasi kemasyrakatan tentu tidak lahir bgitu saja dengan tiba-tiba, juga tidak hadir tanpa proses dan tidak muncul tanpa perjuangan dan pengorbanan. Berdirinya HIMNI merupakan hasil dari refleksi dan pergulatan pemikiran atas situasi dan kondisi yang terjadi dan juga kristalisasi ide, gagasan dan cita-cita putra-putri Nias untuk bergandengan tangan memajukan masyarakat Nias dalam segala bidang kehidupan.

Gerakan reformasi pada akhir dekade 90-an yang melahirkan begitu banyak partai politik mendorong munculnya putra-putri daerah asal Nias yang berdomisili di Jabodetabek untuk aktif dalam dunia politik dengan menjadi calon legislatif. Sejalan dengan itu muncul kepedulian dan kesadaran untuk menyatukan langkah agar perjuangan putra-putri daerah asal Nias ini dapat lebih terkonsilidasi. Selain di dunia politik, banyak juga putra-putri asal Kepulauan Nias yang telah berkarir dan berhasil di berbagi bidang dan memiliki kerinduan untuk menyumbangkan pikiran untuk kemajuan Daerah Nias, namun pada saat itu belum ada satu organisasi yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat Nias sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi. Organisasi-organisasi yang ada masih bersifat sektoral dan kedaerahan. Kondisi lainnya adalah adanya sebuah kesadaran bahwa selain pemerintah daerah Kabupaten Nias dan legislatif, tidak ada organisasi masyarakat Nias yang berskala nasional yang representative untuk menyuarakan aspirasi daerah di tingkat pusat sekaligus bermitra dengan instasi pemerintah di tingkat pusat dalam rangka kepentingan daerah Nias. Situasi, kondisi dan pemikiran tersebutlah yang antara lain mendorong dan melatarbelakangi kelahiran HIMNI.

Pada awal tahun 1999 saya dan Ikhtiar Ndruru (Alm) mengawali menggagas kegiatan diskusi terbatas dengan mengundang putra-putri Nias yang berdomisili di Jabodetabek terutama yang telah mendaftar sebagi calon anggota legislatif. Diskusi dilaksanakan setiap hari Sabtu bertempat di Kampus Akademi Pariwisata Citranusa Jl. R.P Soeroso No.6 Menteng Jakarta Pusat. Pada pertemuan-pertemuan diskusi hadir : Drs. Firman Harefa, S.Pd, M.Si, Drs. Sochiatulo Laoli, MM, Firman Jaya Daeli, SH, Agus Gea, SH, FH.Mendrofa, SE, Drs. Nehemia Harefa, MM, Drs. Arisman Zagoto, Drs. Saroziduhu Zebua, Obaza Zebua, Sense Wijaya, Sinufa Zebua, SH, Yakobo O. Harita, Drs. Marthin Luther Daeli, MM, Akibat Fau, S.Sos, MM dan banyak lagi yang tidak teringat satu persatu (bisa dibantu data oleh teman-teman yang lain). Setelah beberapa kali mengadakan diskusi selama kurang lebih 2 (dua) bulan mulai mengerucut keinginan untuk membentuk suatu wadah organisasi masyarakat Nias. Dari hasil diskusi ada 2 (dua) bentuk organisasi yang mengemuka, pertama, berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kedua, berbentuk Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dan pada saat itu setelah melalui pembahasan dan perdebatan diputuskan bahwa organisasi yang dibentuk adalah LSM. Namun pada saat itu keputusan masih belum bulat, karena sebagian rekan-rekan masih tetap menginginkan organisasi berbentuk Ormas. Dalam rangka menampung semua keinginan, maka atas permintaan 2 (dua) organisasi masyarakat Nias yaitu Himpunan Keluarga Nias Bekasi (HKNB) yang diketuai oleh Agus Gea, SH dan Himpunan Masyarakat Nias Tanggerang (HMNT) yang diketuai oleh Drs. Saroziduhu Zebua, saya kembali memfasilitasi pertemuan dalam rangka menampung aspirasi yang berkembang utamanya rekan-rekan yang menginginkan pendirian organisasi berbentuk Ormas. Pertemuan tersebut kami fasilitasi pada tanggal 20 Januari 2000 bertempat di Akpar Citranusa, dihadiri sebanyak 17 orang Pengurus dari kedua organisasi tersebut, yaitu : Drs.Firman Harefa S,Pd, FH.Mendrofa,SE, M.Sinufa Zebua,SH, Ir. Ikhtiar Ndruru, Drs. Saroziduhu Zebua, Agus Gea, SH, Drs. Idaman Zega, Toro Mendrofa, SH, Yakob O.Harita, Ardian Hulu, BA, Nehemia Harefa, MM, Drs. Obaza Zebua, Drs. Duhufati Zega, Sense Wijaya, Maatosokhi Zendrato, MA, Drs.F.Telaumbanua dan Akibat Fau,S.Sos. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara lain sebagai berikut :

Membentuk organisasi yang bersifat organisasi masyarakat dengan nama Himpunan Masyarakat Nias Indonesia disingkat HIMNI dengan struktur organisasi dari tingkat nasional sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia
Menetapkan formatur untuk menyusun susunan kepengurusan sekaligus menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Pengurus yang telah terbentuk segera menyiapkan pelaksanaan deklarasi organisasi.
Tanggal 20 Januari ditetapkan sebagai tanggal berdirinya organisasi HIMNI.

Setelah formatur bekerja maka ditetapkan kepengurusan pertama HIMNI dengan Ketua Umum Drs.Firman Harefa, S.Pd dan Sekretaris Umum Ir. Ikhtiar Ndruru. Selanjutnya Deklarasi dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2000 bertempat di Graha Pemuda Jakarta. Pada waktu deklarasi, badan pendiri HIMNI menugaskan kepada Pengurus HIMNI untuk melaksanakan kegiatan. Pertama, mensosialisasikan HIMNI kepada masyarakat Nias seluruh Indonesia; Kedua, Melaksanakan Musyawarah Nasiol (Munas) HIMNI Pertama. Dalam rangka melaksanakan tugas pertama, pengurus yang telah ditetapkan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat Provinsi, dan untuk pertama kalinya berhasil dibentuk dan dilantik DPD Provinsi Sumatera Utara serta dua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yaitu DPC HIMNI Kota Medan dan DPC HIMNI Kota Binjai. Secara berturut-turut berhasil terbentuk dan dilantik DPD HIMNI Provinsi Riau, DPD HIMNI Provinsi DKI Jakarta, bersamaan dilantik DPC HIMNI Tanggerang, DPD HIMNI Jawa Timur, DPD HIMNI Sumatera Selatan dan pada periode tersebut berhasil membentuk DPD HIMNI Provinsi Sumatera Barat (belum sempat dilantik karena sudah sangat dekat dengan Munas HIMNI Pertama). Sejak dilantiknya DPD-DPD, makan beberapa DPC di masing-masing wilayah yang telah ada DPD nya terbentuk pula. Untuk melaksanakan tugas kedua yang telah dibebankan kepada pengurus pertama yaitu melaksanakan Munas HIMNI, pengurus menindaklanjuti dengan mempersiapkan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Pertama HIMNI tahun 2001 di Hotel Lembah Nyiur Puncak Jawa Barat, keputusan yang sangat penting pada raker pertama HIMNI di Gunungsitoli pada ahun 2002. Raker juga berhasil menetapkan Panitia Munas Pertama. Dengan rasa kebersamaan dan penuh semangat Panitia akhrnya berhasil melaksanakan Munas HIMNI pertama pada tahun 200 bertempat di Gedung Nasional Gunungsitoli Kepulauan Nias. Munas Pertama berhasil menetapkan Ketua Umum Drs. Sochiatulo Laoli, MM dan Sekretaris Umum, Ir. Ikhtiar Ndruru. Selain menetapkan pengurus organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, Munas juga menghasilkan satu keputusan dalam bentuk rekomendasi yaitu mendukung sepenuhnya pemekaran dan pembentukan Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan lain yang dilaksanakan pada periode pertama ini yaitu ikut menggerakkan penggalangan bantuan terhadap bencana alam banjir di Kecamatan Lahusa tahun 2000, termasuk melakukan pendekatan terhadap pihak pemerintah pusat dan DPR-RI agar memberikan perhatian terhadap bencana alam yang terjadi di Nias. Lalu bagaimana dengan periode berikutnya, di periode kedua pengembangan organisasi dengan terbentuk dilantiknya DPD HIMNI Kepulauan Riau. Melaksanakan Munas ketiga di Medan dan berhasil menetapkan pimpinan organisasi, Ketua Umum, Ir. Ikhitiar Ndruru dan Sekretaris Umum, Drs. Edison Ziliwu, MM, M.Si. Di periode ketiga ini berhasil mengembangkan organisasi dengan membentuk dan melantik DPD Provinsi Jawa Barat. Munas Ketiga berlangsung di Nias tahun 2011 dan berhasil menetapkan Ketua Umum, Agus Gea, SH dan Sekretaris Jendral Drs. Idaman Zega. Periode ini sedang berlangsung sampai saat ini. Dalam pengembangan struktur organisasi, pada periode pertama tidak ada Penasehat, di periode kedua ada Dewan Penasehat dan periode ketiga dan keempat mempergunakan istilah Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO). Demikian pula dijajaran pengurus harian, periode pertama, kedua, ketiga menggunakan istilah Sekretaris Umum, sedangkan di periode keempat menggunakan istilah Sekretaris Jenderal. Untuk kegiatan-kegiatan yang lain, tentu dapat diminta informasi danri masing-masing pengurus periode jika ingin melengkapi tulisan ini atau sejarah HIMNI. Lalu, bagaimana HIMNI berperan kedepan ? HIMNI tentuk tidak boleh melupakan perannya sebagai wadah pemersatu sekaligus sebagai wadah perjuangan Masyarakat Nias untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan Masyarakat Nias di tingkat Nasional dan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, serta juga menjadi mitra Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias untuk bersama-sama memajukan Kepulauan Nias tercinta. Secara khusus HIMNI diharapkan juga menjadi mitra strategis BPP Provinsi Kepulauan Nias dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Sekian…

*) Sekarang mengabdi sebagai Sekretaris Daerah Gunungsitoli

Copyright @ 2017 HIMNI - All Rights Reserved