Perayaan Natal HIMNI DPC Tanjung Pinang dan HIMNI DPD Kepri dihadiri Ketum Bpk. Marinus Gea, SE.,M.Ak dan walikota tanjung pinang.

IMG-20151221-WA0001

Pidato Ketua Umum
pada Perayaan Natal DPC HIMNI Tanjung Pinang
Sabtu, 19 Desember 2015

Yang saya hormati,

Bapak Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah, SH beserta Ibu
Bapak-Bapak Anggota DPRD Tanjung Pinang yang hadir pada malam hari ini.
Bapak-bapak Kepala Dinas Kota Tanjung Pinang yang hadir pada malam hari ini.
Bapak Pendeta Pengkhotbah dan hamba-hamba Tuhan yang saya kasihi dalam
nama Yesus Kristus
Kepala Bappeda Kab. Nias Barat, Rorogo Hia yang mewakili pemerintahan Kabupaten / Kota se Kepulauan Nias
Ketua DPD HIMNI Provinsi Kepulauan Riau, Agus Lase dan jajaran pengurus
Ketua DPC HIMNI Batam, Anto Duha dan Jajarannya
Ketua DPC HIMNI Tanjung Pinang, Relawan Zai dan jajarannya yang telah berjerih lelah melaksanakan acara pada malam hari ini sehingga kita dapat berkumpul bersama ditempat ini,
Ketua Panitia Perayaan Natal DPC HIMNI Tanjung Pinang, Hasratwati Daeli dan seluruh panitia,
Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan yang tidak saya sebutkan satu-persatu. Dan seluruh masyarakat Tanjung Pinang dan sekitarnya asal Nias.

Salam Sejahtera,
Syalom,
Yaahowu,
Horas,
Salam HIMNI : Bersatu Kita Bisa!

Asalamualaikum wr wb

Hadirin yang dikasihi Tuhan Yesus,

Puji Syukur kepada Tuhan kita bisa bertemu ditempat dan pertama kali saya datang di Tanjung Pinang, saya senang karena memang Tanjung Pinang lebih sejuk, setidaknya bila dibandingkan dengan Jakarta.
(Tepuk tangan jemaat dan jemaat tertawa mendengar itu)

Karena pertama kali saya datang disini, sebagian sudah kenal dengan saya dan sebagian lagi barangkali belum kenal termasuk Pak Walikota. Tak kenal maka tak sayang! Oleh karena itu perkenankan saya memperkenalkan diri, ….. Dst

Saudara-saudara sekalian,

Perlu saya jelaskan kepada kita bahwa HIMNI adalah oragnisasi yang mewadahi untuk berkumpul seluruh Masyarakat Nias di seluruh Indonesia yang sudah berdiri 15 tahun yang lalu. HIMNI hingga saat ini sudah membentuk 16 DPD yang merupakan pengurus ditingkat Provinsi dan 72 DPC ditingkat Kabupaten / Kota.
Pada bulan September 2015 yang lalu oleh seluruh pengurus DPD-DPD dan DPC-DPC telah mempercayakan kepada kami melalui Musyawarah Nasional sebagai Ketua Umum HIMNI.

Melanjutkan cita-cita HIMNI, kami bersama BPH DPP HIMNI telah merancang program kerja yang kami sebut ‘Program HIMNI’. Penyebutan Program HIMNI ini kami maksudkan bahwa HIMNI memiliki program kerja yang dilaksanakan oleh DPP, DPD-DPD dan DPC-DPC sehingga masing-masing DPD dan DPC tidak lagi membuat program kerja sendiri-sendiri tetapi melaksanakan program kerja HIMNI yang telah disusun oleh DPP. Teknis pelaksanaan dapat disesuaikan menurut daerah dan wilayah pelaksanaan program-program dimaksud.

Bapak/Ibu/ Sdr/i sekalian yang saya hormati,

HIMNI memliki 2 Program Kerja besar yang merupakan goal / target yang harus dicapai yaitu :
1. HIMNI mengawal dan memperjuangkan terwujudnya Provinsi Kepulauan Nias.
2. HIMNI mengawal dan memperjuangkan terwujudnya Kepulauan Nias menjadi destinasi wisata nasional dan internasional  pada 2025 sebagaimana dicanangkan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Provinsi merupakan keharusan bagi Kepulauan Nias guna percepatan pembangunan mengingat Kepulauan Nias merupakan Pulau terluar, terdepan bagi pertahanan NKRI. Kita akan perjuangkan kembali dan kita doakan bersama kiranya pada 2016-2017 hal ini akan terwujud. Kami sudah melakukan lobi kepada teman-teman fraksi-fraksi yang ada di DPR dan melakukannya terus dalam kapasitas kami sebagai anggota DPR Ri, demikian juga lobi dengan Kementrian Dalam Negeri. Bapak/Ibu, bila RPP (Rancangan Peraturan Pelaksanaan) terhadap UU DOB baru sudah selesai maka pemekaran Provinsi Kepulauan Nias terus kita dorong bersama.

Program yang kedua, mencapai goal pada 2025, Kepulauan Nias menjadi destinasi wisata nasional dan internasional. Untuk mewujudkan hal ini, HIMNI menggagas Grand Design Pembangunan Nias dengan mengajak pemerintahan Kab / Kota se Kepulauan Nias untuk merancangnya bersama dengan lembaga yang berkompeten dibidangnya.

Baru-baru ini, HIMNI telah melakukan seminar mengenai hal ini. Pada seminar tersebut, tadinya HIMNI mencanangkan pada 2035 tetapi oleh perwakilan Kementrian Pariwisata memotong target tersebut 10 tahun menjadi 2025.

Saudara-saudara sekalian,
Barangkali ada yang bertanya, mengapa harus Pariwisata? Bukankah Kepulauan Nias memiliki banyak potensi ekonomi yang bisa diberdayakan?
Saudara berkata, mengapa bukan Karet, mengapa bukan kelapa sawit, ada pertanian cabe, sawah dan lain sebagainya. Juga ada yang memberi ide Perkebunan Kelapa Sawit, ada juga yang mengatakan peternakan. Bukankah dulu kita pernah ekspor babi sampai ke negara tetangga, Singapura? Dan segudang potensi ekonomi yang sering kita ungkap pada setiap diskusi/ pertemuan yang diadakan oleh berbagai organisasi berbasis masyarakat Nias.

Saudara-saudara sekalian yang dikasihi Tuhan,

Membangun Nias harus dibangun secara komprehensif dengan sistem pembangunan Semesta! Pemimpin pemerintahan harus memliki konsep yang jelas dalam membangun Kepulauan Nias. Apa yang menjadi pertanyaan diatas dengan tujuan optimalisasi potensi ekonomi Kepulauan Nias, semuanya bagus. Tapi mengapa harus Pariwisata!

Ada 2 pilihan bagi Kepulauan Nias optimalisai nilai ekonomi maksimal yang bisa dilakukan yaitu :
Mencari Pasar atau Menciptakan Pasar.

Sekarang ini, kalau kita mencari pasar maka hasil-hasil bumi harus dibawa dan dijual keluar Pulau Nias karena disana pasarnya, yang terjadi, tidak mampu bersaing dengan hasil bumi daratan Sumatera karena ada ongkos angkut yang terbeban sebagai tambahan biaya terhadap hasil-hasil bumi yang akan dijual. Sementara bila diolah di Nias, pembeli tidak ada sehingga membuat orang malas untuk memproduksinya. Orang malas bekerja optimal karena hasil dirasa tidak optimal. Akibatnya, banyak-banyak anak-anak muda Nias setelah lulus sekolah tingkat SLTA, buru-buru pergi mencari pekerjaan diluar Kepulauan Nias karena sangat memjanjikan dibanding bekerja pada potensi ekonomi yang ada seperti kita sebutkan diatas. Dan semakin hari potensi ekonomi diatas menjadi berguguran karena generasi-generasi yang diharapkan untuk menggalinya semua pergi merantau dan mencari pekerjaan diluar Pulau Nias.

Ada contoh konkrit sebagai gambaran ketidakmampuan kita bersaing dengan daratan,
Pisang dari Nias dijual kepada pembeli untuk dibawa ke Sibolga, 1 tandan seharga 10 ribu lalu dikumpulkan diatas truk dibawa ke kapal sampailah pisang Nias ke Sibolga. Disana diolah menjadi keripik pisang yang manis, dikemas dalam bungkusan plastik sekira 5 pisang satu bungkus. Asumsikan saja kalau satu tandan ada 100 pisang, berarti setelah dijadikan keripik menjadi 20 bungkus keripik. Sebagian keripik pisang ini kembali ke Nias untuk dijual dengan harga 20 ribu per bungkus. Dengan demikian, harga 1 tandan pisang yang tadinya dibeli dari Nias 10 ribu, kini setelah diolah oleh orang Sibolga menjadi 400ribu.
Pertanyaannya, lho, kenapa tidak diolah di Nias? Bila diolah di Nias, pembelinya sedikit, tidak ada yang membeli, mau tidak mau kalau tidak bisa dijula maka hanya dijadikan sebagai makanan ternak dan atau iseng-iseng diolah menjadi pisang goreng untuk dimakan sendiri.

Bapak/Ibu yang saya hormati,
Mencermati keadaan diatas maka pilihan yang lain, Kita harus menciptakan pasar. Menciptakan Pasar berarti membawa banyak orang datang ke Pulau Nias. Melalui apa? Ya, Pariwisata!
Kita tahu bahwa ketika seseorang mau datang ke suatu tempata, salah satu alasannya adalah berwisata.

Baak / Ibu sekalian,
Bayangkan misalnya bila saya ajak Pak Walikota datang ke Nias, pasti beliau bertanya, mau ngapain disana? Lihat apa disana? Ada apa disana?
Jadi, harus alasan untuk hadir di Pulau Nias.

Mengingat Kepulauan Nias dikelilingi oleh laut dan banyak orang mengenal Pulau Nias memiliki ombak yang baik, pernah dikenal sebagai tempat surving yang indah, walaupun sekarang sudah mulai hilang gaungnya, entah kenapa saya juga tidak tahu. Kepulauan Nias memiliki pantai yang indah, budaya yang khas dengan bahasa Nias yang khas, tidak dimiliki oleh suku lain, dan berbagai macam kebutuhan para wisatawan ada di Pulau Nias. Sudah cukup alasan untuk berwisata bila semua hal-hal diatas telah ditata dan dibangun sedemikian baik di Kepulauan Nias.

Bapak/Ibu yang saya kasih dalam Kristus Yesus,

Bisa dibayangkan pada 2025 nanti semua potensi ekonomi yang banyak tadi akan menggeliat untuk bangkit karena dibutuhkan oleh para wisatawan.
Apakah bisa terwujud target ini? Bgmn mewujudkannya?

Kita mulai dengan membangun infrastruktur jalan berbasis Nasional, Bandara yang bisa mendaratkan pesawat besar dan berpenumpang banyak, PLN dengan pembangkit tenaga listrik batubara yang kesemuanya harus dibiayai oleh APBN/Negara. Bagaimana caranya? Pemerintah bersama HIMNI menyusun Grand Design Pembangunan Nias secara komprehensif dan bersinergi satu dengan yang lain.

Bapak/Ibu sekalian, karena saya sudah diingatkan oleh pembawa acara maka belum bisa dituntaskan pembahasan ini, kita akan buat satu acara khusus untuk membahas dan menggali potensi tadi.

Saudara-saudara sekalianyang dikasihi Tuhan Yesus,

Kami menyambut baik Perayaan Natal DPC HIMNI Tanjung Pinang dan sekitarnya untuk mempererat hubungan antara manusia dengan Allah dan manusia-manusia. Kami mengajak kita semua untuk merenungkan Tema Natal ‘Hidup Bersama sebagai keluarga Allah’ Menjaga Toleransi antara sesama. Keluarga Allah bukan hanya orang Kristen, orang Islam, Hindu dan Budha melainkan seluruh makhluk ciptaan Allah dialama semesta.

Saudara-saudaraku Masyarakat Tanjung Pinang dan sekitarnya asal Nias, ‘Dimana Bumi dipijak disitu langit dijunjung’
Keberadaan saudara-saudara di Pulau Bintan ini harus memberikan kontribusi membangun Tanjung Pinang melalui peningkatan produktivitas dalam setiap aktivitas ekonomi yang bapak/ibu lakukan, mendukung program-program pemerintah dan taat aturan yang berlaku. Membangun diri, membangun keluarga, membangun Tanjung Pinang, membangun Nias, membangun Indonesia.

Pak Walikota, saya menitipkan saudara-saudaraku di Tanjung Pinang ini untuk diarahkan dibimbing, kami membutuhkan dukungan bapak dalam membangun masyarakat Tanjung Pinang asal Nias, dengan demikian Bapak telah turut mendukung pembangunan di Pulau Nias.

Saudara-saudara sekalian,
Kami mengucapkan ‘ Selamat Natal dan Tahun Baru’ Tuhan memberkati kita semua! Immanuel!

Terimakasih,
Syalom… Syalom… Syalom!
Yaahowu… Yaahowu… Yaahowu!
Salam HIMNI : Bersatu Kita Bisa!

Wabilahi taufik walhidayah wasalamualaikum wr wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *