Himni Hot Line 021-80878876

Refleksi Akhir Tahun 2016 Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI)

Sejak didirikan di Jakarta pada 28 Oktober 2000, Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) telah melewati sebuah rangkaian perjalanan panjang demi mewujudkan cita-cita luhur HIMNI turut serta dalam upaya mensejahterakan masyarakat Kepulauan Nias.

16 tahun berlalu sejak organisasi masyarakat Nias terbesar di tanah air ini berdiri, kita patut berbangga dan berterima kasih kepada para pendiri HIMNI yang dengan dedikasinya telah menjadikan HIMNI sebagai rumah besar bagi masyarakat Nias, baik yang berdomisili di Kepulauan Nias, maupun yang berdomisili di berbagai wilayah lainnya.

Sebagian para pendiri sudah tidak ada bersama kita karena telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan, namun sebagian dari mereka masih ada di antara kita, dan kita bersama akan terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita luhur HIMNI.

Dalam pembukaan AD/ART HIMNI, dicantumkan bahwa organisasi ini diharapkan dapat merumuskan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Nias sekaligus melakukan fungsi kontrol sosial secara santun namun kritis, korektif, konstruktif, sehingga pemerintah daerah di Kepulauan Nias dapat melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan secara adil dan merata demi kesejahteraan masyarakat.

Melihat tujuan dan fungsi lahirnya HIMNI serta kondisi Kepulauan Nias saat ini, maka Pengurus DPP HIMNI Periode 2015- 2019 dan pengurus HIMNI di seluruh Indonesia yang terdiri dari 16 DPD (Dewan Pengurus Daerah) dan 71 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) di bawah kepemimpinan Marinus Gea, SE, M.Ak sebagai Ketua Umum telah menetapkan 2 program utama HIMNI, yakni:

  1. Perjuangan Provinsi Kepulauan Nias : Provinsi Kepulauan Nias merupakan cita-cita seluruh masyarakat Nias, karena hanya dengan adanya provinsi sendiri, maka pelayanan kepada masyarakat dapat lebih dekat dan efektif. Kita patut berterima kasih kepada Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-KN) bersama pemerintah daerah seKepulauan Nias yang sudah dan terus memperjuangkan terbentuknya provinsi Kepulauan Nias yang diharapkan dapat terwujud dalan waktu yang tidak terlalu lama.
  2. Perjuangan Kepulauan Nias Menjadi Destinasi Wisata Nasional dan Internasional : Kita menyadari bahwa Kepulauan Nias yang terdiri dari 5 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunungsitoli memiliki berbagai potensi pariwisata yang layak untuk dikembangkan. Begitu banyak daya tarik wisata budaya dan wisata alam, namun dalam kenyataannya sektor pariwisata di Kepulauan Nias berada di titik terendah sejak dekade 1980-an.

Terkait upaya pengembangan pariwisata ini, sepanjang tahun 2016 HIMNI dan pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dengan dukungan pemerintah pusat telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain:

  1. Melaksanakan launching dan pameran wisata Kepulauan Nias pada 2-3 Juni 2016 di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang dibuka oleh Menteri Pariwisata RI yang diwakili oleh Deputi Pengembangan Wisata. Turut hadir dalam acara ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli sebagai tokoh masyarakat Nias, seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias, pimpinan dan anggota DPRD se-Kepulauan Nias, tokoh masyarakat, duta negara sahabat, pelaku wisata dan masyarakat Nias dari berbagai wilayah. Pada momen ini lahir tagline yang kita kenal sampai hari ini: NIAS PULAU IMPIAN.
  2. Melaksanakan rapat koordinasi (rakor) sebanyak 4 kali dengan berbagai lembaga, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah se-Kepulauan Nias, pelaku wisata, dengan tujuan melakukan pendataan, mencari akar masalah, memberi solusi dan evaluasi untuk menghasilkan kemajuan pariwisata Kepulauan Nias.

Ke-4 rakor tersebut dilakukan di Kabupaten Nias (rakor 1), Kabupaten Nias Selatan (rakor 2), Kabupaten Nias Barat (rakor 3), Kota Gunungsitoli (rakor 4).

  1. Menfasilitasi dan mendorong pembukaan sekolah SMK Pariwisata di Kota Gunungsitoli.
  2. Memfasilitasi berbagai pertemuan pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dengan pemerintah pusat untuk mengkomunikasikan berbagai hal yang berhubungan dengan kemajuan Kepulauan Nias.
  3. Mendukung pelaksanaan Pesta Yaahowu di seluruh Kepulauan Nias yang dibuka pada 17 September di Teluk dalam, Kabupaten Nias Selatan dan ditutup pada 26 November 2016 di Kota Gunungsitoli. Event Pesta Yaahowu menjadi event tahunan di Kepulauan Nias.
  4. Memfasilitasi dan mendukung lahirnya Gabungan Pengusaha Nias (GAPNINDO).

Dari berbagai kegiatan di atas, kami menyadari bahwa masih banyak yang harus kita kerjakan ke depan. Untuk itu, kami harapkan dukungan dari seluruh masyarakat Nias dan pemerintah daerah se-Kepulauan Nias untuk BERGERAK MAJU membangun Nias karena hanya dengan BERSATU kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan sebagai mana tercermin dalam Salam HIMNI: BERSATU KITA BISA.

NIAS bisa kita bedakan, tetapi tidak bisa DIPISAHKAN. Kita bisa bedakan secara administratif, arah mata angin, tetapi kita tidak bisa dipisahkan bahwa kita ONO NIHA.

 

Akhir kata DEWAN PENGURUS PUSAT HIMNI mengucapkan:

SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2016 dan SELAMAT TAHUN BARU 01 JANUARI 2017

Jakarta, 13 Desember 2016

 

DPP HIMNI

Post a comment